2015/03/13

LAHIRNYA AGAMA HINDU-BUDHA DI INDONESIA BESERTA TEORI-TEORINYA

BAB I
PENDAHULUAN 

A.    Latar Belakang
Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus, di India. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. Dari tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih, badan tinggi, hidung mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek, kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti raksasa. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. Awalnya bangsa Aria bermata pencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam. Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya.

B.     Tujuan
1.      Dapat menjelaskan tentang sejarah lahirnya Agama Hindu-Budha di Indonesia.
2.      Dapat menjelaskan teori-teori tentang lahirnya Agama Hindu-Budha di Indonesia.

C.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah proses lahirnya Agama Hindu-Budha di Indonesia?


2.      Bagaiman teori-teori yang menjelaskan lahirnya Agama Hindu-Budha di Indonesia?



BAB II

PEMBAHASAN


A.    LAHIRNYA AGAMA HINDU-BUDHA DI INDONESIA
Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera, serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan, yaitu sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan Persia, kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar, pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan pengaruh asing masuk ke Indonesia, seperti agama Hindu-Budha. Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam bentuk budaya Hindu.
1.      Lahirnya Agama Hindu
      Lahirnya agama Hindu ada hubungannya dengan kedatangan suku bangsa Arya ke India. Bangsa Arya masuk ke India sejak 1500 SM melalui Celah Kaiber (Afghanistan) dan mendiami Aryawarta (daerah yang berada di Lembah Indus, Lembah Gangga, dan Lembah Yamuna di Dataran Tinggi Dekhan). Bangsa Arya kemudian mendesak ras Dravida (penghuni asli India) dan terjadilah percampuran kedua ras suku bangsa tersebut. Percampuran budaya antara kedua ras itu disebut peradaban Hindu atau hinduisme.
Agama Hindu adalah sinkretisme anatara kebudayaan Arya dan Dravida yang menyembah banyak dewa. Agama Hindu bersifat politeisme, artinya menyembah banyak dewa. Setiap dewa merupakan lambang kekuatan alam. Beberapa dewa yang terkenal adalah Trimukti (Brahma, dewa pencipta; Wisnu, dewa pemelihara; Syiwa, dewa perusak; Pertiwi, dewa bumi; Surya, dewa matahari; Bayu, dewa angin; dan Baruna, dewa laut).
Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita atau “himpunan” yaitu Reg Weda, berisi syair puji-pujian kepada paradewa; Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci; Yajur Weda, berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan; Atharwa Weda, berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit. Di samping kitab Weda, umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu Kitab Brahmana, berisi ajaran tentang hal-hal sesaji; Kitab Upanishad, berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup.
Selain Dewa Trimurti, ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian, serta Dewa Agni (api) yang berguna untuk memasak dan upacara-upacara keagamaan. Menurut agama Hindu masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Catur warna yaitu Kasta Brahmana, terdiri dari para pendeta; Kasta Ksatria, terdiri dari raja, keluarga raja, dan bangsawan; Kasta Waisya, terdiri dari para pedagang, dan buruh menengah; Kasta Sudra, terdiri dari para petani, buruh kecil, dan budak. Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala, yaitu orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta.Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggap suci misalnya, Benares sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat mensucikan dosa umat Hindu, sehingga bisa mencapai puncak nirwana.
2. Lahirnya Agama Budha
Agama Budha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Budha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara. Kitab suci agama Budha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah Winayapittaka yang berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Budha, Sutrantapittaka yang berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Budha, Abhidarmapittaka yang berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan. Pemeluk Budha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat yaitu Kapilawastu, yaitu tempat lahirnya Sang Budha; Bodh Gaya, yaitu tempat Sang Budha bersemedi dan memperoleh Bodhi; Sarnath/ Benares, yaitu tempat Sang Budha mengajarkan ajarannya pertama kali; Kusinagara, yaitu tempat wafatnya Sang Budha.
B. PENGARUH HINDU BUDHA DI INDONESIA

4
Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Budha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan. Tersebarnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia berpengaruh luas dalam kehidupan masyarakat Indonesia, diantaranya dalam bidang berikut ini :


1.      Kepercayaan
Bangsa Indonesia mulai menganut agama Hindu dan Budha walaupun tidak meninggalkan kepercayaan aslinya, seperti pemujaan terhadap roh nenek moyang.
2.      Sosial
Dalam bidang sosial, terjadi bentuk perubahan dalam tata kehidupan sosial masyarakat. Misalnya dalam masyarakat Hindu diperkenalkan adanya sistem kasta.
3.      Ekonomi
Dalam bidang ekonomi, tidak begitu besar pengaruh dan perubahannya, karena masyarakat Indonesia telah mengenal aktifitas perekonomian melalui pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha.
4.      Kebudayaan
Pengaruh kebudayaan Hindu-budha terlihat dari hasil-hasil kebudayaan seperti bangunan candi, senisastra, berupa cerita-cerita epos diantaranya Epos Mahabharata dan Epos Ramayana. Pengaruh lainnya adalah sistem tulisan. Kebudayaan Hindu-Budha amat berperan memperkenalkan sistem tulisan di masyarakat Indonesia.
5.      Agama
Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animism dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempat peribadatan.
6.      Pemerintahan
Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, dan Sriwijaya.


Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia.
8.      Bahasa
Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf  Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta, yaitu Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya Purna karya Nugraha, dan sebagainya.
9.      Sastra
Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana dan Mahabharata. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah Arjunawiwaha karya Mpu Kanwa, Sutasoma karya Mpu Tantular, dan Negara kertagama karya Mpu Prapanca.
A.    TEORI LAHIRNYA AGAMA HINDU-BUDHA DI INDONESIA  
Munculnya pemerintahan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh kebudayaan India. Kebudayaan India itu bersentuhan dengan kebudayaan Indonesia. Persentuhan kebudayaan ini terjadi sebagai salah satu akibat dari adanya hubungan yang dilakukakan oleh orang-orang India dengan orang-orang Indonesia atau sebaliknya. Hubungan itu berawal dari kegiatan perdagangan sehingga pengaruh-pengaruh kebudayaan India dengan Budha masuk ke Indonesia.
Pendapat mengenai keaktifan orang-orang India dalam menyebarkan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia yaitu sebagai berikut :
            1. Teori Waisya


Teori waisya dikemukakan oleh NJ. Krom yang menyebutkan bahwa proses masuknya kebudayaan Hindu-Budha melalui hubungan dagang antara India dan Indonesia.
2.      Teori Ksatria
Ada tiga pendapat mengenai proses penyebaran kebudayaan Hindu-Budha yang dilakukan oleh golongan Ksatria yaitu :
a.       CC. Berg menjelaskan bahwa golongan ksatria yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Para ksatria Hindia yang terlibat konflik dalam masalah perebutan kekuasaan di Indonesia. Para ksatria memberi bantuan yang banyak membantu kemenangan bagi salah satu kelompok atau suku yang bertikai sebagai hadiahnya ada diantara mereka yang kemudian dinikahkan dengan salah satu putri dari kepala suku yang dibantunya. Dari perkawinannya itu para ksatria dengan mudah menyebarkan tradisi Hindu-Budha pada keluarga yang dinikahinya.
b.      Moekerji juga mengatakan bahwa golongan ksatria dari India lah yang membawa pengaruh kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Para ksatria membangun koloni – koloni yang berkembang menjadi sebuah kerajaan.
c.       J.L Moens mencoba menghubungkan proses tebentuknya kerajaan-kerajaan di Indonesia pada awal abad ke-5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama. Ternyata sekitar abad ke-5  ada diantara para keluarga kerajaan di India selatan melarikan diri ke Indonesia sewaktu kerajaannya mengalami kehancuran. Mereka itu nantinya mendirikan kerajaan di Indonesia.
3.      Teori Brahmana
Jc. Van Leur mengatakan bahwa kebudayaan Hindu-Budha di India yang menyebar ke Indonesia dibawa oleh golongan brahmana. Hal itu didasarkan pada pengamatan terhadap sisa-sisa peniggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha di Indonesia terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa sansekerta dan huruf pallawa. Karena hanya golongan brahmana lah yang menguasai bahasa dan huruf itu maka sangat jelas disini adanya peran brahmana.
4.      Teori Arus Balik




Teori ini dikemukakan oleh F.D.K Bosch dan didukung oleh Van Leur. Teori ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak hanya menerima pengetahuan agama dari orang-orang asing yang datang. Mereka juga aktif mencari ilmu agama di negeri orang dan menyebarkannya setelah kembali ke kampong halamannya. Buktinya adalah adanya prasasti Nalanda yang menyebutkan bahwa Balaputradewa (raja Sriwijaya) telah meminta kepada raja di India untuk menimba ilmu para tokoh dari Sriwijaya. Permintaan raja Sriwijaya itu ternyata dikabulkan.

Pendapat mengenai keaktifan orang-orang Indonesia diungkapkan oleh F.D.K Bosch. Menurut Bosch, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah orang-orang India yang memiliki semangat untuk menyebarkan agama Hindu-Budha.
Setelah tiba di Indonesia mereka menyebarka ajarannya. Karena pengaruhnya itu ada diantara tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya. Pada perkembangan selanjutnya, banyak orang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berziarah dan belajar agama Hindu-Budha di Indonesia. Sekembalinya di Indonesia merekalah yang mengajarkannya pada masyarakat yang lain.

1 komentar: